Home

ASAL MULA DESA TAMBRAN

Asal mula penamaan desa Tambran. Desa Tambran adalah nama sebuah dukuhan dan  sekaligus menjadi  nama desa di Magetan. Desa Tambran termasuk di wilayah dari kecamatan Magetan kabupaten Magetan.

Desa Tambran dahulunya adalah merupakan  tanah perumahan kabupaten Magetan yang pertama kali, yaitu pada masa Bupati Yosonegoro tahun1675 M. Adapun bupati Yosonegoro ini adalah salah seorang kerabat keraton Mataram, yang waktu kecilnya lebih di kenal dengan Basah Bibit atau Basah Gondokusumo. Bupati Yosonegoro ini di wisuda menjadi bupati Magetan oleh kakeknya yang bernama Basah Suryaningrat pada tahun 1675 M, dan setelah beliau wafatmakamkan di makam Setono Gedong yang berlokasi di Tambran  Magetan.

 

Menurut sumber yang di peroleh asal mula penamaan desa Tambran ini bersamaan dengan penamaan desa-desa di sekeliling kabupaten Magetan, yaitu seperti desa Kebon Agung. Dan penamaan desa-desa itu awalnya sebenarnya adalah berkaitan dengan kebutuhan dari rumah tangga kabupaten Magetan yang di tata oleh Bupati Yosonegoro.

Waktu itu keluarga kabupaten Magetan memerlukan tempat untuk menanam berkebun yang luas, maka bupati Yosonegoro memerintahkan abdi dalem unutk membuat kebun tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari wargo dalem kabupaten Magetan. Tempat tersebut dinamakan oleh bupati Yosonegoro dengan nama Kebondalem atau Kebonagung (jw. Kebun yang luasa dan besar) dan akhirnya juga menjadi nama desa Kebonagung sampai sekarang.

Selanjutnya keluarga kabupaten juga memerlukan sebuah  tempat tinggal untuk putrid-putri dalem Kabupaten, maka bupati Yosonegoro membuat tempat yang namanya GUSTEN. Nama GUSTEN ini berasal dari Gusti nganten, dan Gusti Nganten ini adalah sebutan dari para Putri-putri dalem Kabupaten. Adapun tempat GUSTEN ini terletak di desa Kebonagung sebelah timur.

Bupati Yosonegoro waktu itu juga berkenan membuat kolam ikan, yang tentunya diperuntukkan untuk tempat memeliharan ikan oleh bupati Yosonegoro. Beliau memilih tempat kolam ikan tersebut di sebelah timur  Dalem Kabupaten Magetan. Maka mulailah bupati Yosonegoro membuat kolam-kolam ikan di tempat tersebut, sedangkan ikan yang dipelihara oleh bupati Yosonegoro adalah ikan Tombro. Akhirnya oleh bupati Yosonegoro tempat memelihara ikan tersebut di namakan TAMBRAN, dan menjadi nama desa Tambran hingga sekarang.

Dan di desa Tambran ini juga bupati Yosonegoro di makamkan, yaitu di makam Setono Gedong. Makam bupati Yosonegoro ini biasanya di ziarahi oleh bupati-bupati magetan dalam rangka Hari jadi kabupaten Magetan.

Adapun yang pernah menjabat  kepala desa di desa Tambran adalah:

  1. Lurah Pendek
  2.  Ranudimedjo
  3.  Sastrowiryo (1925-1947)
  4.  Kukuh (1947-1948)
  5.  Djajadi (1948-1949)
  6.  Suratman (1949-1965)
  7.  Sumarlan (1965-1968)
  8.  Mulyorahardjo (pjs) (1968-1987)
  9.  Pagut (1987-1989)
  10.  Bambang. S (1989-1996)
  11.  Kanip (1996-1998)
  12. Triatmadi (1998-1999)
  13.  Marsono (1999 – Pengganti selanjutnya)

 

(Sumber : Magetan Online)

berita

 PROFIL KELURAHAN TAMBRAN

Tambran adalah sebuah nama kelurahan di wilayah Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Tambran merupakan peninggalan dari Bupati Magetan yang pertama, bernama Yosonegoro. yang sekarang ini di makamkan di Makam Istana Gedong, Tambran.

Kode posnya adalah 63318. Kelurahan Tambran termasuk dalam 14 Kelurahan di Kecamatan Magetan yang diantaranya adalah: Desa Tambakrejo, Desa Baron, Desa Purwosari, Kelurahan Mangkujayan, Kelurahan Sukowinangun, Kelurahan Kebonagung, Kelurahan Tambran, Kelurahan Magetan, Kelurahan Bulukerto, Kelurahan Kepolorejo, Kelurahan Selosari, Kelurahan Tawanganom, Kelurahan Candirejo, Kelurahan Ringinagung.

Batas-Batas Kelurahan Tambran.

–         Utara         :Kelurahan Sukowinangun dan Kelurahan Kebonagung.

–         Selatan      :Sungai Gandong dan Kelurahan Mangkujayan.

–         Barat         :Kelurahan Kebonagung.

–         Timur         :Desa Baron dan Kelurahan Mangkujayan.

A.    Tambran Utara

Tambran Utara adalah bagian kelurahan Tambran yang berada disebelah utara jalan provinsi. Di Tambran Utara merupakan bagian Kelurahan Tambran yaitu RW 02. Di kawasan Tambran Utara banyak sekali bangunan- bangunan penting bagi masyarakat Kelurahan Tambran yang diantaranya adalah: Kantor Kelurahan Tambran sendiri, Pusat- Pusat pendidikan seperti Sekolah Dasar Negeri Tambran 1 dan TK KARTIKA IV 22, BANK Desa dan POSYANDU.

Di sini juga ada sebuah pemancingan yang didirikan atas inisiatif masyarakat Kelurahan Tambran khususnya sebelah utara. Pemancingannya berada di depan Kantor Kelurahan. Sebenarnya dulu sudah ada, tetapi entah seiring berjalannya waktu menjadi hilang. Akhirnya tahun 2015 ini didirikan lagi oleh masyarakat. Hal ini sangat berpengaruh positif khususnya bagi warganya, karena yang semula hanya sebagai pengangguran di rumah,  menjadi seorang pengusaha kecil yang mungkin akan menjadi pengusaha yang besar.

Tidak hanya bermanfaat bagi warganya sendiri, tetapi juga dapat bermanfaat bagi Kelurahannya juga. Dengan banyaknya pengunjung yang datang untuk memancing dari luar Kelurahan Tambran, membuat Kelurahan Tambran lebih terkenal dan pastinya pengusaha pemancingan tersebut akan mendapatkan hasil yang banyak dan akhirnya pun pasti mau memberikan sebagian hasilnya kepada Kelurahan. Sehingga dapat menambah hasil pendapatan Kelurahan Tambran.

Di sini ada 2 jenis tempat ibadah bagi umat manusia, yaitu Gereja dan Masjid. Gereja yang di antaranya adalah GKJW (Gereja Kristen Jemaat Wetan) dan . Dan Masjid di antaranya adalah Masjid At- Taqwa dan Masjid Al- Hidayah.

B.     Tambran Selatan

Tambran Selatan atau sering disebut dengan Tambran Kidul oleh masyarakat Kelurahan Tambran. Kawasan Tambran Selatan adalah sebuah kawasan yang berada di sebelah Selatan jalan provinsi. Yang berada di wilayah ini adalah bagian dari Kelurahan Tambran yaitu RW 01 dan terdiri dari 5 RT.

Tambran Kidul terdapat banyak sekali pusat- pusat kegiatan olah raga. Di antaranya yaitu arena Tenis Meja ada dua tempat, arena Bola Bilyard ada dua tempat. Untuk arena tenis meja yang terdapat dua tempat ini semuanya berasal dari swadaya masyrakatnya sendiri dan untuk bermain di tempat tersebut tidak dipungut biaya sedikitpun. Tetapi untuk arena bola bilyard yang terdapat dua tempat tersebut karena hal itu berasal dari investasi perseorangan jadi akhirnya untuk bermain permainan tersebut dipungut biaya tetapi tidak terlalu tinggi.

Hal ini semua berdampak positif terhadap semua lapisan masyarakat Kelurahan Tambran. Pertama bagi para para pemuda menjadi pintar dalam bermain tenis meja maupun bola bilyard. Kedua bagi para pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan, mereka dapat mengisi waktunya dengan kegiatan yang positif.

Di sini terdapat tiga tempat ibadah bagi umat Islam. Yang di antaranya yaitu Masjid Al- Muqarrabin, Masjid Al- Amanah, dan Masjid Al- Barokah.

C.     Komplek Perumahan Tentara / Secata (Ndepo)

Kawasan ini berada di Kelurahan Tambran bagian timur, lebih tepatnya DPRD Kabupaten Magetan ke Timur. Hampir mendekati dengan Desa Baron. Komplek Perumahan ini terdapat 2 bagian.

1.      Komplek 2 (Pintu 2) berada di sebelah utara jalan Provinsi. Lebih menjorok ke bagian barat.

2.      Komplek 3 (Pintu 3) berada di sebelah selatan jalan Provinsi. Lebih menjorok ke bagian timur, hampir mendekati perbatasan Tambran- Baron. Di dekat komplek ini pula terdapat TK dan PAUD Tunas Bangsa. Dan juga sebuah Masjid Secata yang bernama Masjid Al- Muttaqin.

Walaupun terdiri dari beberapa bagian, beberapa agama, dan beberapa status social. Semua masyarakat di sini tetap hidup berdampingan dengan tentram, damai, dan penuh rasa kekeluargaan. Semoga kelak dari Kelurahan ini pula akan lahir seseorang yang besar bagi agama, nusa, dan bangsa. Sehingga dapat membawa nama harum Kelurahan Tambran.

Profil

Struktur Organisasi

Pengumuman